Banjarbaru - Desa Barimbun Kec. Tanta Kab.Tabalong menjadi wakil Provinsi Kalimantan Selatan masuk 3 nominasi penilian Desa Berkinerja Baik ( DBB) dalam konvergensi pencegahan dan penurunan stunting tahun 2026 tingkat nasional regional 2, bersaing dengan 2 desa lainnya perwakilan Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat. Hal ini disampaikan oleh ketua Tim Penilai Pusat, Kemendesa PDT, Novita Nurfajria, pada waktu silaturahmi ke Dinas PMD Kab.Tabalong sesaat sebelum melakukan penilian verifikasi lapangan ke Desa Barimbun, kamis (24/09/2026).
" Verifikasi Lapangan dilaksanakan di 3 desa nominasi di 3 provinsi, Kalsel, Kaltim dan NTB, kami datang ke Desa Barimbun karena masuk nominasi perwakilan Kalsel," kata Novita.
Capaian prestasi Desa Barimbun sampai masuk 3 nominasi, semua bermula dengan adanya komitmen desa dengan menganggarkan Dana Desa pada Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) tahun 2025. Pemanfaatan Dana Desa tahun 2025 digunakan untuk mendukung program prioritas nasional salah satunya adalah Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S).
Kepala Desa Barimbun, Arie Kurniawan, beberapa hari yang lalu, pada saat verifikasi dokumen dan wawancara secara daring, Selasa (15/09/2026) dihadapan Tim Penilai Pusat mengatakan, "Pendanaan menggunakan Dana Desa tidak saja dianggarkan untuk kegiatan operasional posyandu, insentif kader dan peningkatan kapasitas kader, juga digunakan untuk pendanaan inovasi desa,Inovasi desa yang dilaksanakan dalam rangka mendukung kegiatan kovergensi penurunan stunting di desa,"ujarnya.
Selanjutnya, Kades Barimbun, Pak Ari,biasa disapa, menambahkan, " inovasi di Desa Barimbun ada 2, Inovasi pertama adalah GENTING BARIMBUN SEHAT, atau Gerakan Serentak Pencegahan Stunting Berbasis Konvergensi Terpadu. Dana Desa digunakan untuk pembelian doorprize berupa alat rumah tangga sederhana, dibagikan pada saat posyandu dilaksanakan. Tujuannya untuk menarik lebih banyak keluarga sasaran datang ke posyandu. Inovasi kedua adalah GEMAR MENARI, singkatan dari Gerakan Menanam Tanaman Sayur Sendir, dengan memanfaatkan pekarangan warga atau posyandu. Dana Desa digunakan untuk pengadaan bibit sayuran yang dibagikan ke rumah warga. Program ini bertujuan mendorong setiap rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayuran, sehingga dapat mendukung penyediaan makanan tambahan (PMT) menggunakan bahan pangan yang sehat dan tanpa pestisida,"tambahnya.
Terkait program Inovasi di Desa Barimbun, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong, Aditya Pula Nugraha, saat mendampingi proses penilaian Desa Berkinerja Baik yang dilakukan tim penilai pusat,di Desa Barimbun, Kamis (24/09/2026), menjelaskan, program dan inovasi yang telah dijalankan Desa Barimbun, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting yang menunjukkan perkembangan dalam tiga tahun terakhir. "Angka stunting di Desa Barimbun menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, angka stunting tercatat sebesar 17 persen, kemudian turun menjadi 11 persen pada 2025, dan kembali turun menjadi 6,4 persen pada 2026," jelasnya.
Pada saat pembukaan kegiatan penilaian verifikasi lapangan, Kamis (24/09/2026), Kedes Barimbun, Arie Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih banyak dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Barimbun, TP-PKK Desa Barimbun, Kader Posnyandu, Kader Pembangunan Manusia, Tim Pendamping Keluarga, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten, dan Pemerintah Kab. Tabalong atas segala dukungannya, sehingga Desa Barimbun bisa terpilih menjadi salah satu desa nominasi mewakili Kalsel pada penilaian desa berkinerja baik dalam pencegahan dan penurunan stunting tahun 2026. (James-PIC Media & Informasi Prov. Kalsel)
.jpeg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar