![]() |
| Foto bersama setelah penandatanagan Berita Acara |
.
Kamis, 26 Februari 2026
Koordinator Provinsi TPP Kalsel Usulkan Penambahan Insentif TPP
Selasa, 20 Januari 2026
JALIN SINERGITAS DAN KOMUNIKASI, TAPM PROVINSI DAN DINAS PMD KALSEL GELAR RAKOR BERSAMA
Banjarbaru - Bertempat di salah satu ruangan aula Dinas PMD Kalsel, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi dan Dinas PMD Kalsel menggelar rapat koordinasi bersama, Senin (19/01/2026). Mewakili Kepala Dinas PMD Kalsel, Sekretaris Dinas PMD, Raden Mas Ernato Surya Jaya, hadir didampingi semua Kabid dan Kasi yang ada di Dinas PMD Kalsel. Pada pertemuan ini TAPM Provinsi hadir lengkap 5 orang, dipimpin langsung oleh Koordinator Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi, Mugiharto Wakhmadi, didampingi Arif Budiman, Jamah Syari, Johan Arifin, dan Meidhi Susanto. Rapat koordinasi kali ini dilaksananakan bertujuan memperkuat sinergitas dan komuninasi yang terjalin selama ini antara TAPM Provinsi dengan Dinas PMD Kalsel.
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Sekdes PMD Kalsel, Raden Mas Ernato Surya Jaya. Mewalikili Kadis PMD Kalsel, Iwan Ristianto, dalam kata pembuka menyampaikan ucapan permohonan maaf Kadis PMD yang tidak dapat berhadir pada rapat koordinasi hari ini karena ada kegiatan yang tidak dapat diwakilkan. Selanjutnya, Raden Mas Ernato Surya Jaya, mengatakan rapat koordinasi kali ini dimanfaatkan untuk sinkronisasi program dan kegiatan semua bidang, serta sinkronisasi dengan kegiatan TAPM Provinsi. "Rapat koordinasi kali ini dimanfaatkan untuk sinkronisasi program dan kegiatan antar bidang dan juga sinkronisasi dengan kegian TAPM Provinsi, kita berharap dengan bantuan pendampingan oleh TAPM Provinsi target 2026 setiap bidang tercapai,"katanya.
Kamis, 08 Januari 2026
AWALI TAHUN 2026, TAPM PROVINSI KOORDINASI DENGAN KADIS PMD KALSEL
Minggu, 14 Desember 2025
Perkuat Pendampingan KDKMP Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Gelar Pelatihan Libatkan TPP Kemendesa PDT
Jumat, 05 Desember 2025
Serius Kawal Pembangunan Kawasan Perdesaan, Dinas PMD Prov. Kalsel Fasilitasi Konsultasi dan koordinasi Kab. HST dengan Kemendesa PDT
Senin, 01 Desember 2025
Dorong Pemanfaatan Data Indeks Desa Tahun 2025, Dinas PMD Prov.Kalsel Gelar Rakor Lintas SKPD
Rabu, 05 November 2025
TPP KAB.HSU :BUMDES Bintang Muda Telaga Sari: Membangun Ketahanan Pangan Desa melalui Inovasi Ayam Petelur, Domba, dan Perikanan
Amuntai Selatan, 5 November 2025 – Sebuah langkah strategis dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa terus berkembang di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Baru-baru ini, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari unsur Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, yakni Barkaturrahim, Dwi Putra Aswan Wibowo, Ahmad Noor, serta Pendamping Desa Aulia Rahman, melakukan monitoring terhadap pemanfaatan dana desa ketahanan pangan yang dialokasikan untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bintang Muda di Desa Telaga Sari, Kecamatan Amuntai Selatan.
Pemanfaatan dana desa yang sebesar 20% dari total anggaran, yang secara khusus diperuntukkan bagi ketahanan pangan, merupakan langkah penting dalam mengembangkan usaha desa yang berbasis pada pengelolaan sumber daya alam lokal. Berdasarkan laporan dari ketua BUMDES Bintang Muda, Lisda Karmila, usaha yang dikembangkan mencakup budidaya ayam petelur , pengembangbiakan domba, dan perikanan yang masing-masing diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian desa.
Ketua BUMDES Bintang Muda, Lisda Karmila, memaparkan bahwa dana ketahanan pangan ini digunakan untuk mengembangkan beberapa usaha yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi desa. Salah satunya adalah usaha budidaya ayam petelur. Dengan mengelola 100 ekor ayam petelur yang telah mencapai usia 25 minggu, BUMDES Bintang Muda mampu menghasilkan 50 butir telur setiap harinya. Mengingat harga jual telur yang mencapai Rp28.000 per kilogram, dengan tiap kilogram terdiri dari 18 butir telur, usaha ayam petelur ini menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan perekonomian desa. Klik.. Kab.HSU
Senin, 03 November 2025
Komitmen Perangi Narkoba, Mendesa PDT Pimpin Deklarasi Desa Bersinar
Dalam sambutannya Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan rasa bangga karena kedatangan Menteri Desa dan PDT ini sudah kedua kalinya ke Kalsel. Menurut gubernur kedatangan Menteri ke Kalsel, merupakan wujud dukungan untuk Kalsel.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pak Menteri, sudah kedua kalinya datang ke Kalsel. Luar biasa ini, dukungan pak Menteri sangat kami butuhkan. Alhamdulillah, Kalsel dalam hal penyalahgunaan narkoba secara nasional menurun. Kolaborasi Kepolisian dan BNN di Kalsel, sangat luar biasa. Dengan adanya deklarasi ini, mudah-mudahan Kalsel berkurang bahkan bebas dari narkoba,” ucap H. Muhidin
Ia juga menambahkan, Desa Bersinar bukan sekadar simbol, melainkan gerakan moral kolektif masyarakat desa untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat karakter dan kemandirian masyarakat desa, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan moral.
“Dengan adanya Desa Bersinar, kita ingin membangun desa yang kuat, mandiri, dan sehat. Desa yang mampu menjaga diri dari ancaman narkoba dan menjadi teladan bagi wilayah lain,” lanjutnya.
Sementara itu, Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menyampaikan bahwa pihaknya mendorong seluruh desa di Indonesia untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba.
“Satgas Anti Narkoba di tingkat desa adalah garda terdepan dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkoba. Mereka menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam sosialisasi, pendampingan, dan deteksi dini di lapangan,” terang Yandri.
Menurut Yandri, pembentukan Satgas ini bertujuan agar upaya pencegahan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dengan pendekatan edukatif dan berbasis komunitas. Satgas akan bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, aparat desa, dan tokoh masyarakat untuk membangun sistem pertahanan sosial di tingkat lokal. Sebab saat ini peredaran Narkoba, para pelakunya sangat canggih dan terlatih, dalam menjalankan aksinya.
Diakhir acara deklarasi, Gubernur Kalsel H. Muhidin menerima penghargaan dari Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto, atas keberhasilan gubernur dalam membantu dan membina BPD se-Kalsel. (James-PIC.Media dan Informasi Prov.Kalsel)
Kamis, 23 Oktober 2025
BANGUN SINERGITAS DAN KOLABORASI, KADIS DAN KORPROV SEPEMAHAMAN TENTANG KD/KMP
Jumat, 17 Oktober 2025
KADIS BARU SEMANGAT BARU, SIAP MANDIRIKAN KALSEL TAHUN 2026
Lebih lanjut, Mugi menegaskan bahwa pada tahun 2026 bila Kalsel ingin menjadi provinsi status mandiri, maka salah satu strateginya harus menambah jumlah desa mandiri. atau menggemukkan skor desa mandiri. Saat ini jumlah desa mandiri di Kalsel sebanyak 960 desa, untuk mencapai target provinsi status mandiri minimal ada 1.300 desa mandiri dari seluruh desa di Kalsel sebanyak 1.871 desa. Hal ini dapat dicapai bila daerah berkomitmen mensupport dengan program kegiatan yang ada SKPD Provinsi Kalsel tentunya harus mengacu pada 6 dimensi yang ada di Indeks Desa.
![]() |
| Tim TAPM Provinsi Kalsel bersama Kadis PMD Provinsi Kalsel |
















